Workshop Penulisan Puisi Sabilurrasyad Islamic Boarding School Berlangsung Meriah

Sabilurrasyad Islamic Boarding School menggelar workshop penulisan puisi pada Selasa, 17 September 2024, yang diikuti oleh seluruh santri. Acara ini dibuka dengan penampilan akustik yang memeriahkan suasana, sekaligus memberikan nuansa kreatif di awal kegiatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Plataran Sastra Kaliwungu, komunitas sastra terkemuka yang dikenal dengan kontribusinya dalam dunia sastra, khususnya puisi. Workshop ini merupakan upaya sekolah dalam menggali dan mengembangkan potensi sastra santri, sekaligus memperkenalkan dunia literasi sejak dini.

Workshop kali ini menghadirkan tokoh-tokoh sastra terkemuka sebagai pemateri, antara lain:

Zulfa Fahmy, M.Pd. (Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Walisongo)

Bahrul Ulum A. Malik (Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu)

M. Lukluk Atsmara Anjaina (Pelataran Sastra Kaliwungu)

Chadori Ichsan (Koordinator Antologi Puisi Tuna Asmara)

Dhiyah Endarwati (Penyair Perempuan)

Sofyan (Penyair; Teater Semut)

Salah satu sorotan acara adalah saat M. Lukluk Atsmara Anjaina membacakan puisi karya Sutardji Calzoum Bachri, yang sukses memukau seluruh peserta dengan gaya pembacaan yang penuh energi dan makna.

Pada sesi tengah acara, perwakilan guru dan santri turut berpartisipasi dengan menampilkan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi, yang semakin menambah kedalaman dan keindahan kegiatan ini. Performa ini menampilkan betapa puisi bisa disampaikan dengan berbagai cara yang menarik, menggabungkan kata-kata dan musik.

Workshop ini tidak hanya diisi dengan teori dan pembacaan puisi, tetapi juga diikuti dengan sesi praktik. Setiap santri diajak untuk menulis puisi secara mandiri, dibimbing langsung oleh para narasumber. Antusiasme santri terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan menuangkan gagasan dalam bentuk puisi.

Setiap santri diberi kesempatan untuk menulis puisi mereka sendiri, yang nantinya akan dibukukan menjadi sebuah antologi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa pada dunia sastra serta memperkuat tradisi literasi di lingkungan sekolah.

Antologi puisi yang dihasilkan akan menjadi bukti nyata kreativitas dan apresiasi sekolah terhadap karya-karya santri, serta menambah kebanggaan mereka sebagai bagian dari komunitas literasi di Sabilurrasyad.

Workshop ini diharapkan dapat memupuk kecintaan santri terhadap dunia sastra, serta melahirkan bakat-bakat muda yang mampu berkontribusi dalam perkembangan sastra Indonesia.

Kebaikan Merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ: Momen Syukur dan Cinta

Maulid Nabi Muhammad ﷺ adalah peringatan kelahiran Rasulullah ﷺ, yang bukan hanya menjadi hari besar dalam Islam, tetapi juga kesempatan bagi umat Muslim untuk merenungkan kembali peran beliau dalam membawa risalah Islam. Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, melainkan waktu untuk memperdalam cinta, penghormatan, dan syukur atas kehadiran sosok yang membawa petunjuk dari Allah. Turut berbahagia atas kelahiran Nabi ﷺ bukan hanya ibadah, tetapi juga menghasilkan berbagai kebaikan spiritual, sosial, dan moral.

1. Meningkatkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ

Merayakan Maulid Nabi secara tulus menumbuhkan cinta yang lebih mendalam kepada Rasulullah ﷺ. Melalui pembacaan kisah hidupnya, shalawat, dan syair pujian, umat Muslim diingatkan akan kebaikan, kasih sayang, dan akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana sabda Nabi dalam sebuah hadis:

“Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sampai ia mencintaiku melebihi cinta kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kecintaan yang tulus kepada Nabi bukan hanya menunjukkan keimanan, tetapi juga menjadi motivasi untuk meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari.

2. Momen Bersyukur atas Rahmat Allah

Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan rahmat terbesar bagi seluruh alam semesta, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).

Turut berbahagia atas kelahiran Nabi berarti bersyukur kepada Allah atas rahmat-Nya yang telah memberikan petunjuk kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad ﷺ. Merayakan Maulid menjadi wujud syukur kolektif umat Muslim atas hidayah, cahaya Islam, dan teladan dari Nabi Muhammad ﷺ.

3. Meningkatkan Kesadaran Spiritual

Maulid Nabi memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperdalam pengetahuan tentang ajaran dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ. Perayaan ini diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, shalawat, kisah-kisah Nabi, dan ceramah keagamaan yang mengingatkan umat Muslim pada pentingnya mengikuti jejak Rasulullah ﷺ. Kesadaran spiritual ini mendorong umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki ibadah. Selain itu, berdiri saat membaca Mahalul Qiyam—yang melambangkan penghormatan kepada Nabi—memperkuat perasaan hormat dan cinta kepada beliau. Kegiatan ini membangkitkan suasana kebersamaan dalam memperingati rahmat terbesar bagi umat manusia.

4. Menginspirasi Kebaikan dan Akhlak Mulia

Dengan mengenang akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ, umat Muslim diilhami untuk meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan. Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan kebijaksanaan. Mempelajari kehidupan Nabi selama Maulid mendorong umat untuk memperbaiki perilaku dan menjadi pribadi yang lebih baik. Beberapa nilai akhlak yang sering digarisbawahi dalam perayaan ini meliputi:

Kejujuran: Nabi Muhammad ﷺ dikenal dengan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang terpercaya. Hal ini mengajarkan pentingnya integritas dalam kehidupan.

Kasih Sayang: Nabi memperlakukan semua orang dengan penuh kelembutan, bahkan kepada musuhnya. Hal ini mendorong umat untuk selalu berbuat baik kepada sesama.

Keadilan: Nabi Muhammad ﷺ selalu bertindak adil dalam setiap aspek, baik sebagai pemimpin maupun dalam kehidupan pribadi. Ini menjadi inspirasi untuk menegakkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Momen Silaturahmi dan Solidaritas Umat

Perayaan Maulid Nabi sering kali menjadi momen kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial di antara umat Muslim. Kegiatan seperti pengajian, pembacaan shalawat, dan makan bersama membantu menciptakan rasa persatuan dan saling mendukung di dalam komunitas. Umat Muslim saling berbagi kebahagiaan, mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan), dan memperkuat solidaritas dalam kebaikan. Dalam tradisi beberapa negara, peringatan Maulid Nabi juga diisi dengan kegiatan amal dan sosial, seperti memberi sedekah kepada yang membutuhkan, mengadakan bakti sosial, dan membantu fakir miskin. Ini menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai Islam tentang kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

6. Mendapatkan Keberkahan dan Pahala

Merayakan Maulid Nabi dengan membaca shalawat, mengingat kisah-kisah kebaikan Nabi, dan menghidupkan amalan-amalan sunnah adalah bentuk ibadah yang mendatangkan keberkahan. Banyak ulama berpendapat bahwa memperingati Maulid dengan niat tulus dapat mendatangkan pahala, sebab ia merupakan wujud rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Dengan memperbanyak shalawat dan doa saat perayaan Maulid, umat Muslim diharapkan mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah.

7. Menghidupkan Sunnah dan Menguatkan Iman

Perayaan Maulid Nabi adalah momen penting untuk menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ceramah, kajian, dan pengajian yang diadakan selama Maulid, umat Muslim diajak untuk mempelajari kembali ajaran-ajaran Islam yang diajarkan Nabi. Ini membantu memperkuat keimanan dan memotivasi umat untuk mengamalkan ajaran-ajaran tersebut.

Dengan menghidupkan sunnah, umat Muslim tidak hanya mengenang Nabi Muhammad ﷺ, tetapi juga berusaha untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajarannya. Hal ini mendatangkan kebaikan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ membawa banyak kebaikan, baik secara spiritual, sosial, maupun moral. Perayaan ini memperdalam kecintaan dan penghormatan kepada Nabi, meningkatkan rasa syukur kepada Allah atas rahmat yang diberikan, serta menginspirasi umat untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat solidaritas sosial. Meskipun Maulid tidak diwajibkan, turut berbahagia atas kelahiran Rasulullah ﷺ adalah bentuk ibadah yang mendatangkan keberkahan, pahala, dan kebaikan yang melimpah.

Melalui Maulid, umat Muslim diingatkan bahwa kehidupan dan teladan Nabi Muhammad ﷺ adalah sumber inspirasi yang abadi, yang akan terus memberikan cahaya dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Pekan Islami Sabilurrasyad Islamic Boarding School

Pada hari Jumat, 13 September 2024, Sabilurrasyad Islamic Boarding School mengadakan Pekan Islami sebagai persiapan lomba MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini diikuti oleh para santri dari kelas VII dan VIII yang berlomba dalam berbagai cabang perlombaan, seperti Tartil, Tilawah, Pidato, Cerdas Cermat Islam, dan Kaligrafi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan para santri terhadap ajaran Islam, sekaligus mengasah bakat dan kreativitas mereka dalam seni dan ilmu keislaman. Perlombaan dimulai sejak pagi, dengan semangat tinggi dari para peserta dan dukungan penuh dari para guru serta teman-teman mereka.

Pada cabang Tartil dan Tilawah, peserta memperlihatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan irama yang indah. Sementara itu, di cabang Pidato, para peserta menyampaikan pesan-pesan islami dengan penuh keyakinan dan penghayatan. Di sisi lain, lomba Cerdas Cermat Islam menguji pengetahuan agama, sejarah, serta pengetahuan umum terkait Islam. Lomba Kaligrafi pun tak kalah menarik, di mana para peserta menunjukkan kemampuan artistik mereka dalam menulis huruf Arab dengan gaya yang indah dan kreatif.

Kepala SMP Sabilurrasyad menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti perlombaan ini. “Acara ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tapi juga sebagai sarana pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pekan Islami ini menjadi momen penting bagi para siswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengembangkan bakat di bidang agama. Para pemenang dari masing-masing cabang akan diumumkan pada puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW mendatang dan mereka tampil dalam agenda tersebut.

Perjalanan Putri Yasmine Almayda: Dari Seleksi Kwarcab hingga Jambore Daerah

Putri Yasmine Almayda, siswi kelas IX D Sabilurrasyad Islamic Boarding School, telah menorehkan pengalaman berharga melalui perjalanan pramuka yang luar biasa. Perjalanannya dimulai ketika ia terpilih mengikuti seleksi untuk Jambore Daerah (Jamda) melalui rekomendasi dari Pembina dan Pelatih di sekolah, yaitu Pak Darul dan Bu Diana. Bersama dengan temannya, Prabaswara, Putri mengikuti seleksi Jamda di SMP Negeri 2 Patebon pada Selasa, 30 Juli 2024, dengan didampingi oleh para pembina.Seleksi ini tidaklah mudah. Terdapat empat tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. Tahap pertama adalah tes online yang menguji pengetahuan tentang kepramukaan. Tahap kedua adalah baris-berbaris dengan tongkat (PBB), disusul dengan bongkar pasang tenda dalam waktu 10 menit pada tahap ketiga. Terakhir, mereka harus menghadapi tes wawancara yang menguji kesiapan mental dan pengetahuan lebih lanjut.Meskipun persiapan terbilang mendadak, Putri tidak menyerah. Dengan dukungan penuh dari orang tua, para pembina terutama Bu Diana serta guru-guru dan teman-teman, ia tetap bersemangat dan berusaha keras. Setiap tahap dilalui dengan dedikasi tinggi, meski rasa takut dan minder sempat menyelimuti dirinya.Keberangkatan ke Jamda menjadi momen penting bagi Putri. Pada Jumat, 30 Agustus 2024, ia berangkat bersama rombongan satu kontingen Kwarcab Kendal dari SMP Negeri 2 Kaliwungu. Mereka diantar menggunakan bus dengan didampingi oleh para pembina dan pelatih. Ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan berskala besar, yang sempat membuat Putri merasa cemas. Namun, dengan dukungan penuh dari keluarga dan pembina, ia berhasil mengubah rasa minder menjadi motivasi untuk belajar dan berkembang.Motivasi terbesar Putri datang dari pengalamannya melihat pelepasan Mas Iqbal, seorang senior yang mengikuti Raimuna Nasional. Ia terinspirasi oleh semangat dan prestasi Iqbal, dan bertanya dalam hati, “Apakah orang tua saya tidak akan bangga melihat saya mengikuti kegiatan seperti ini?” Pemikiran ini memicunya untuk terus maju, mengejar pengalaman baru, dan memperluas pengetahuannya di dunia pramuka.

Keinginan Putri untuk berprestasi, menambah pengalaman, serta membanggakan sekolah dan keluarganya menjadi dorongan kuat baginya dalam menjalani setiap tahapan seleksi dan kegiatan di Jambore Daerah. Dengan semangat juang yang tinggi, serta tekad untuk belajar dari setiap kesempatan, Putri Yasmine Almayda berhasil membuktikan bahwa keterbatasan dan ketakutan bisa diatasi jika didukung oleh tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuannya, tetapi juga membuka pintu bagi impian besarnya untuk terus berprestasi di masa depan.

Balap sarung hingga Sabilurrasyad of Champions meriahkan perayaan kemerdekaan di SIBS

Kendal, 17 Agustus 2024 — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, Sabilurrasyad Islamic Boarding School menggelar serangkaian lomba yang meriah pada tanggal 15-16 Agustus 2024. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan guru, ustad-ustadzah, pamong, hingga staf Yayasan SIBS dengan penuh semangat kebersamaan dan jiwa sportivitas.Lomba-lomba yang diselenggarakan meliputi berbagai permainan tradisional yang mengundang keceriaan sekaligus melatih kekompakan. Di antaranya adalah Balap Sarung, di mana peserta merupakan tim yang terdiri dari 3 orang, mereka harus berlari dengan menggunakan sarung satu sarung yang sama.

Tak kalah seru adalah Balap Tongkat, yang menuntut kelincahan dan keseimbangan saat berlari sambil membawa tongkat panjang dengan kaki. Selain itu, ada juga Balap Bola Corong yang membutuhkan ketepatan dalam menggiring bola dimana peserta harus mengenakan topeng berbentuk kerucut yang terlihat seperti corong. Topeng corong ini akan membatasi pandangan peserta sehingga membuat perlombaan menjadi semakin menarik dan sulit. Kemudian lomba Memasukkan Pensil yang menguji ketelitian dan kekompakan peserta saat memasukkan pensil ke dalam botol dimana peserta terdiri dari 4 orang dalam satu tim. Lomba Estafet Cup juga menjadi salah satu daya tarik, di mana satu tim terdiri dari 5 orang, mereka harus berlari sambil memindahkan cup minum menggunakan sedotan di mulut secara bergantian. Kegiatan ini sukses menciptakan tawa dan kebersamaan di antara para peserta.Puncak dari seluruh rangkaian lomba adalah acara Sabilurrasyad of Champions, di mana para lomba ini diadaptasi dari game show ruang guru yang sedang trending di media sosial. Seperti game aslinya, Sabilurrasyad of Champions meliputi lomba numerasi dan memori yang diikuti oleh santri-santri berprestasi yang mewakili kelasnya.Melalui rangkaian kegiatan ini, Sabilurrasyad Islamic Boarding School berhasil menciptakan suasana kebersamaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan santri. Perayaan Hari Kemerdekaan di Sabilurrasyad tahun ini menjadi momen yang penuh makna, mengajarkan nilai-nilai patriotisme dan persaudaraan yang akan terus dikenang oleh seluruh peserta. Hari Kemerdekaan tahun ini di Sabilurrasyad Islamic Boarding School menjadi momen yang tak terlupakan, penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan.

Peringati HUT Ke-79 RI, SIBS gelar Upacara Bendera

Kendal, 17 Agustus 2024 – Sabilurrasyad Islamic Boarding School menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru, ustadz -ustadzah, pamong dan seluruh keluarga besar SIBS.Kegiatan upacara berlangsung khidmat dengan peserta yang berbaris rapi di lapangan utama. Bendera Merah Putih dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera yang terdiri dari santri pilihan, diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berkumandang dengan lantang, dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta upacara, menciptakan suasana yang penuh nasionalisme. Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Suyatno, S.Si., M.Pd., manajer Pendidikan SIBS, menyampaikan amanat yang sarat dengan pesan moral dan kebangsaan. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya mengenang dan meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. “Sebagai santri, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan menuntut ilmu dan beramal sholeh, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Bapak Suyatno di hadapan seluruh peserta upacara. Selain itu, beliau juga mengingatkan para santri akan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia. Setelah upacara selesai dan doa bersama dipanjatkan, acara dilanjutkan dengan sesi hiburan yang menambah semarak peringatan HUT RI di Sabilurrasyad Islamic Boarding School. Sesi hiburan ini diawali dengan penampilan dari dua santri berbakat, Arkadia Fikri dan Maksum Hadiata, yang menyanyikan dua lagu yang sangat dikenal, “Gebyar-Gebyar” dan “Wirang”. Penampilan mereka berhasil menghipnotis para hadirin dengan suara merdu dan semangat yang menggelora. Lagu “Gebyar-Gebyar” yang penuh semangat kebangsaan membuat para peserta ikut bernyanyi bersama, menambah suasana nasionalisme yang kental. Sementara itu, lagu “Wirang” yang dipopulerkan oleh Denny Caknan ini berhasil membuat hadirin terhibur dan ikut bernyanyi Bersama. Setelah penampilan tersebut, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah diadakan sebelumnya. Lomba-lomba yang diadakan meliputi berbagai kategori, seperti balap sarung, lomba balap tongkat, lomba memasukkan pensil, Sabilurrasyad of Champions, lomba paduan suara, dan lomba baca teks proklamasi. Para pemenang terlihat antusias menerima hadiah mereka, sementara peserta lain menyambut dengan tepuk tangan meriah.Perayaan HUT ke-79 RI di Sabilurrasyad Islamic Boarding School tahun ini berakhir dengan penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan. Momen ini diharapkan dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh peserta, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Gelar Karya SMP Sabilurrasyad

Kendal, 30 Mei 2024 – SMP Sabilurrasyad berhasil menggelar acara Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Menumbuhkan Jiwa yang Tangguh, Berwawasan Lingkungan dan Berbudaya” pada Kamis, 30 Mei 2024. Acara yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai hasil karya siswa yang kreatif dan inovatif.

Dalam gelar karya tersebut, para siswa memamerkan hasil karya mereka yang beragam, mulai dari produk eco enzym, sabun dan lilin yang terbuat dari minyak jelantah, jamu tradisional, hingga tas dan taplak meja yang dibuat dari barang bekas. Setiap stan pameran ramai dikunjungi oleh para pengunjung yang ingin melihat dan membeli produk-produk kreatif tersebut.

Salah satu produk yang menarik perhatian adalah eco enzym, hasil fermentasi sampah organik yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Selain itu, produk sabun dan lilin dari minyak jelantah juga mendapatkan apresiasi karena ide ramah lingkungannya yang memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.

Selain pameran hasil karya, acara tersebut juga dimeriahkan dengan panggung hiburan yang menampilkan berbagai bakat siswa dan siswi SMP Sabilurrasyad. Penampilan drama musikal yang memukau, musikalisasi puisi yang menyentuh, serta berbagai penampilan seni lainnya turut memeriahkan suasana acara. Tidak ketinggalan, pemilihan Mas dan Mbak Sabilurrasyad yang dilakukan dalam rangkaian acara ini juga menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad, Ibu dr. Hj. Susmeiati, Sp.DVE., yang memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh siswa dan guru. “Saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh para siswa dan guru. Gelar Karya P5 ini bukan hanya sekedar pameran, tetapi juga merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan para siswa adalah bukti bahwa mereka mampu menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan,” ujarnya dalam sambutannya.

Kepala SMP Sabilurrasyad, Bapak Adi Ismanto, S.Ag., juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. “Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat. Saya harap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk mendorong semangat dan kreativitas siswa,” ujarnya.

Acara ini juga mendapatkan sambutan positif dari seluruh warga Sabilurrasyad, tidak hanya dari pihak SMP namun juga dari pihak SMK Sabilurrasyad serta Pamong dan ustadz ustadzah. Mereka mengapresiasi upaya sekolah dalam memberikan wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan keterampilan mereka.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat dan kreativitas para siswa siswi SMP Sabilurrasyad terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an: Sejarah Baru Sabilurrasyad Melahirkan Tahfidzul Qur’an

Sabtu Malam, 4 Mei 2024 bertempat di halaman pondok, Ponpes Sabilurrasyad mengalami momen bersejarah dengan diselenggarakannya acara Akhirussanah yang disertai dengan Khotmil Quran Bil Ghoib 30 Juz dan Bil Ghoib Juz 30. Acara ini menjadi puncak perjalanan pendidikan santri selama beberapa tahun menimba  ilmu di pesantren yang terletak di Kabupaten Kendal Jawa Tengah ini.

Ratusan santri dan para tamu undangan berkumpul di halaman pesantren sejak sore hari untuk menyaksikan acara penting ini. Suasana haru dan khidmat terasa begitu kuat di udara, mencerminkan dedikasi dan kerja keras santri dalam menyelesaikan pendidikan pesantren dan pembelajaran Al-Quran selama beberapa tahun terakhir.

Pada acara Akhirussanah tahun ini, Pondok Pesantren Sabilurrasyad mempersembahkan sebuah prestasi gemilang dengan jumlah peserta khataman Al-Quran sebanyak 93 santri. Rinciannya mencakup satu santri yang berhasil mengkhatamkan 30 juz bil Ghoib, atas nama Ahmad Zhafir Rohman, serta dua santri yang memperoleh prestasi serupa dengan mengkhatamkan 30 juz bil Ghoib tabarrukan, yaitu Lutfiannisa Rosyida Aisyah dan Rahma Aulia. Sementara itu, 90 santri lainnya telah berhasil mengkhatamkan Juz 30 bil Ghoib. Tahun ini cukup bersejarah karena untuk pertama kalinya Sabilurrasyad melahirkan santri yang berhasil khatam Al Qur’an 30 Juz bil Ghoib.

Dalam pidato pembukaan, Ibu dr. Susmeiati, selaku ketua Yayasan Sabilurrasyad, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para santri atas tekad dan kesungguhan mereka dalam mempelajari Al-Quran. Beliau menekankan pentingnya penghafalan Al-Quran sebagai pondasi utama dalam menegakkan ajaran Islam yang benar dan memuliakan agama.

Setelah sambutan dari ketua yayasan, dilanjutkan dengan prosesi Khotmil Quran. Santri-satri membacakan Al-Quran secara bergantian di hadapan para hadirin, menunjukkan hasil dari upaya keras mereka selama beberapa tahun terakhir. Suasana hening yang dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Quran menggetarkan hati semua orang yang hadir.

Setelah prosesi khataman selesai dilanjutkan dengan tahlil, doa serta penyerahan Syahadah. Suasana pesantren terasa begitu penuh dengan keceriaan dan kebanggaan. Para santri yang menerima Syahadah tersebut menerima penghargaan dari pimpinan pesantren, serta ucapan selamat dari para tamu undangan.

Menurut ketua panitia, acara Akhirussanah tahun ini mengalami peningkatan kualitas dibanding tahun sebelumnya, terutama dari segi partisipasi peserta. Alhamdulillah, semua santri, baik yang berasal dari tingkat salaf maupun ammiyah, berhasil mengikuti khataman Al-Quran. Tahun ini juga menjadi tahun pertama bagi pesantren ini dalam melaksanakan wisuda 30 juz bil Ghoib.

Orang tua para santri menyampaikan terima kasih mereka atas bimbingan yang diberikan oleh para asatidz, sembari berdoa agar ilmu yang telah diperoleh mendatangkan keberkahan dan kesehatan bagi para pengajar.

Tak kalah menggembirakan, empat santri yang sejak awal masuk ke Pondok Pesantren Sabilurrasyad mengalami kesulitan dalam membaca Al-Quran berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan semangat dan ketekunan. Mereka berhasil menghafal Juz 30 dengan baik, didukung oleh semangat dan dukungan teman-teman mereka.

Ustadzah Dewi, salah satu pembimbing program tahfidz di pesantren ini, mengungkapkan harapannya agar semakin banyak santri yang meningkatkan ilmunya, dan semakin merendahkan hati kepada sesama. Ibarat ilmu padi yang semakin merunduk karena semakin banyak isinya. Harapannya adalah agar semua santri, khususnya para anak Tahfiz, terus melanjutkan perjalanan penghafalan Al-Quran mereka hingga mencapai khataman 30 Juz.

Acara Akhirussanah ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Pondok Pesantren Sabilurrasyad, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia dalam menekankan pentingnya penghafalan Al-Quran dan pemahaman ajaran Islam yang mendalam di tengah-tengah tantangan zaman modern.

Melalui acara Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an ini, Pondok Pesantren Sabilurrasyad kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, melahirkan generasi santri yang tangguh dan penuh semangat dalam menyebarkan kebaikan dan kebenaran agama Islam serta menjadi penjaga kalam Allah SWT yaitu Al Qur’an. (LL)

Menyemai Kesadaran Lingkungan, Sabilurrasyad Ajak Warga Ikut Aksi Bersih Nasional

Dalam upaya mendukung kegiatan Aksi Bersih Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai rangkaian Hari Bumi 2024, Sabilurrasyad mengajak warga sekitar untuk turun tangan secara aktif dalam kegiatan tersebut. Beragam kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan gedung sekolah dan asrama pondok, pemilahan sampah, bersih-bersih selokan hingga pembuatan kompos dan Ecoenzyme. Ini bukan sekedar aksi tetapi juga semangat menyemai kesadaran lingkungan yang lebih luas.

Jumat (3/5) Sabilurrasyad menjadi saksi kebersamaan yang menggembirakan. Seluruh warga sekolah mulai dari siswa guru hingga karyawan bersemangat untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Menariknya kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa warga sekitar sekolah yang turut bersemangat menyatakan komitmen mereka dalam mendukung kebersihan lingkungan. Dengan semangat gotong royong, mereka bahu membahu membersihkan beragam fasilitas sekolah mulai dari Gedung, asrama, kantin, hingga kolam, selokan dan jalanan di sekitar sekolah.

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan ini menyatakan bahwa kebersihan lingkungan merupakan kewajiban setiap individu, sehingga kegiatan kolektif seperti ini sangat baik untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu warga yang lain juga menambahkan bahwa mereka senang diajak dalam aksi bersih ini karena kegiatan ini juga membersihkan jalanan dan selokan milik warga tidak hanya fokus bersih-bersih dalam sekolah saja.

Aksi bersih sekolah ini juga tidak hanya sebatas membersihkan saja. Para peserta juga diajak untuk belajar mengenai pentingnya pembuatan kompos padat dan Ecoenzyme untuk mengelola sampah organik. Di bawah bimbingan dari praktisi yang sudah menguasai bidang tersebut, mereka belajar cara-cara praktis untuk membuat kompos dan Ecoenzyme dari bahan-bahan alami yang mudah didapat di sekitar lingkungan mereka.

Pengolahan sampah menjadi kompos dan Ecoenzyme merupakan bukti komitmen Sabilurrasyad untuk memanfaatkan limbah dengan sebaik-baiknya. Bahan utama pembuatan kompos berasal dari kotoran kambing yang dipelihara pihak sekolah. Sementara kompos yang sudah jadi nanti akan dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman dilingkungan sekolah.

Selain itu, kegiatan pemilahan sampah juga menjadi fokus dalam aksi bersih kali ini. Para peserta diajak untuk memilah sampah mulai dari plastik, kertas, logam, hingga sampah organik. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Ibu Susmeiati, selaku ketua Yayasan Sabilurrasyad, mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh warga sekitar sekolah. “Ini adalah langkah konkret dalam mendukung program sekolah adiwiyata dan gerakan bersih nasional. Dengan melibatkan warga sekitar sekolah, kami berharap semangat kebersihan dan kesadaran lingkungan bisa ditanamkan lebih dalam lagi.”

aksi bersih nasional bersama warga

Aksi bersih nasional yang melibatkan warga sekitar Sabilurrasyad ini tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi juga menyemai kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui kolaborasi antara sekolah, pondok pesantren dan masyarakat, diharapkan semangat kebersihan dan kesadaran lingkungan akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.

Hafal Qur’an 30 Juz Kurang dari 3 Tahun, Siswa Kelas 9 SMP Sabilurrasyad ini Khataman Ditemani Kedua Orang Tua

Memiliki anak sholih/sholihah merupakan dambaan semua orang tua. Hal tersebut menjadi harta tak ternilai harganya bagi orang tua. Begitu pula memiliki anak yang berhasil mengkhatamkan Al Qur’an secara bil qhaib 30 juz atau yang lebih umum dikenal sebagai tahfidz qur’an 30 juz.

Hal tersebut yang dihadiahkan oleh ananda Ahmad Zhafir Rohman kepada kedua orang tuanya. Putra dari Bapak Sumarno dan Ibu Anis Akromiyah ini merupakan siswa kelas 9 SMP Sabilurrasyad. Zhafir sapaan akrabnya, mengambil program Tahfidzul Qur’an pada saat awal masuk kelas 7 silam. Dan kini ia telah menyelesaikan hafalan qur’an 30 juz kurang dari 3 tahun atau lebih tepatnya 2 tahun 8 bulan.

Pada Senin 4 Maret 2023, bertempat di aula Pondok Sabilurrasyad Zhafir melaksanakan prosesi khataman Al Qur’an didampingi oleh kedua orang tuanya. Sehari sebelumnya, pada Minggu (3/3) Ananda Zhafir telah melaksanakan tasmi’ juz 21-30 dengan lancar. Prosesi khataman tersebut disaksikan oleh seluruh santri dan ustadz-ustadzah madrasah Sabilurrasyad, serta para tamu undangan. Turut hadir pula KH. Ahmad Mustaghfirin selaku pengasuh pondok Sabilurrasyad bidang tahfidzul qur’an.

Prosesi khataman ini berlangsung penuh haru dan begitu khidmat. Tidak sedikit hadirin yang meneteskan air mata, ketika Ananda Zhafir melafalkan ayat-ayat suci Al Quran.  Dalam sambutannya ibunda Zhafir, Ibu Anis Akromiyah menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga.

“Saya sangat bersyukur dan bangga putra kami Zhafir telah menyelesaikan hafalan Qur’annya.” Ucap beliau ketika diberi kesempatan sambutan. Ibu Anis juga bercerita bahwa beliau merupakan seorang guru honorer selama 20 tahun. Bagi beliau hal ini merupakan hadiah yang indah bagi keihklasannya dalam mengabdi.

Ibu Anis juga menuturkan bahwa ketika Ananda Zhafir masih SD,  beliau ingin sekali Zhafir masuk pondok tahfidz. Dan alhamdulillah keinginan tersebut didengar oleh Allah SWT. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Ustadzah Siti Rahmatunnisa sebagai pendamping Zhafir selama menghafalkan Al Quran di Sabilurrasyad. Beliau berharap bahwa ini merupakan awal yang baik bagi Sabilurrasyad untuk mencetak hafidz/ hafidzah yang menjaga kalam Allah.

Berikutnya acara dilanjutkan dengan tahlil oleh ustadz Khoiri Chamim kemudian dilanjutkan mauidhoh hasanah oleh KH Ahmad Mustaghfirin. Abah Mad sapaan akrab beliau menyampaikan tentang kemuliaan para penghafal Al Qur’an. Diantara kemuliaan bagi penghafal Al Qur’an adalah orang tersebut akan ditemani malaikat. Para malaikat sangat kagum dan berebut kemuliaan Allah SWT melalui para penghafal Al Qur’an. Selanjutnya seorang penghafal Al Qur’an akan memeroleh ketenangan jiwa, kecerdasan hingga mampu mendongkrak prestasi belajar.

Kemudian Al Qur’an akan memberi syafaat bagi para pembaca dan penghafalnya baik di dunia maupun di akhirat. Dan yang tidak kalah penting bagi para penghafal Al Qur’an adalah bahwa kelak di akhirat kedua orang tuanya akan diberi mahkota dari cahaya. Hal ini merupakan hadiah terindah dari seorang anak kepada orang tuanya.

Prosesi khataman ini ditutup dengan sambutan ketua Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad Ibu dr. Susmeiati. Mewakili Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad beliau menyampaikan rasa syukur atas apa yang telah dicapai oleh Ananda Zhafir. Beliau berharap semoga pondok Sabilurrasyad mendapat berkah dan manfaat dari para santri yang mengaji dan memperjuangkan Al Qur’an. Karena para santri pondok ini sangat mencintai Al Qur’an.