Kesejahteraan Guru Tidak Melulu Soal Gaji

Suatu ketika saya bertanya kepada murid-murid di kelas ketika saya sedang PPL. “Siapa guru favorit kalian?”, secara serentak mereka menyebutkan nama salah satu guru di sekolah mereka. “Kenapa kalian suka guru tersebut?” lanjut saya. “Ya karena ngajarnya enak” jawab mereka. “Enak itu seperti apa?” tanya saya lagi. “Enak, tidak pernah marah-marah. Tidak memberi tugas yang membebani, pengertian kepada kami. Enaklah pokoknya”.

Dari cerita tersebut saya mengambil pelajaran bahwa para murid lebih suka dimengerti. Murid-murid mengidamkan guru yang bisa memahami kebutuhan mereka. Guru yang pengertian sehingga mereka tidak perlu takut untuk mengatakan bahwa mereka belum bisa atau belum paham. Guru yang tidak mudah marah karena muridnya tidak mengerjakan tugas, tetapi mencari tahu kenapa tugas yang diberikan tidak dikerjakan. Guru yang bisa digugu dan dituru serta bisa menjadi teman baik bagi murid.

Menjadi guru bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, bahkan bisa dikritisi tidak semua yang mengajar di kelas adalah guru, tapi bisa saja hanya sekedar pengajar. Menjadi guru harus memiliki kualifikasi, kompetensi serta keterampilan tertentu untuk menjadi pendidik yang profesional. Menurut Ki Hajar Dewantara guru harus bisa menjadi sosok yang Ing Ngarso Sung Tulodho (di depan memberi contoh), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi daya kekuatan). Beratnya peran seorang guru harus dibarengi dengan pelatihan dan motivasi yang kuat agar para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Melalui kurikulum merdeka, pemerintah sedang menggalakkan program merdeka belajar. Konsep ini digadang-gadang menjadi solusi atas permasalahan pendidikan di Indonesia. Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada guru dalam mengajar. Guru bisa lebih fleksibel untuk melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik. Guru juga bisa mengembangkan soft skill peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman proyek penguatan profil pelajar pancasila. Selain banyak kemudahan dari kurikulum ini, tuntutan administratif yang harus dipenuhi guru tetaplah banyak. Di sisi lain kesejahteeraan guru di Indonesia masih tergolong rendah. Persatuan Guru Republik Indonesia dalam wawancaranya dengan tim Republika (2017) menyebutkan bahwa masih terdapat banyak masalah kesejahteraan guru di Indonesia. Ada sekitar satu juta guru yang hidup di bawah kata sejahtera. Angka yang cukup besar bagi profesi yang memegang peran penting dalam membentuk generasi bangsa.

Timothy D. Walker seorang berkebangsaan Amerika yang tinggal dan menjadi guru di Finlandia menulis buku berjudul Teach like Finlandia. Buku ini menceritakan bagaimana para guru di Finlandia menjalani profesinya dengan baik dan menghasilkan murid-murid yang mampu mengungguli murid dari negara lain dalam Tes PISA (Program for International Student Assesment). Melalui buku ini kita bisa mengambil pelajaran bagaimana strategi para guru di Finlandia menumbuhkan kesejahteraan secara internal untuk memaksimalkan perannya.

Menurut penelitian dalam buku tersebut, menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah hasil dari kesuksesan tetapi kunci dari kesuksesan. Hal ini yang menjadikan kesejahteraan sebagai faktor utama yang harus dipertimbangkan di sekolah. Guru-guru di Finlandia sangat memahami kebutuhan istirahat, tidak hanya untuk murid tetapi juga untuk dirinya sendiri. Murid di Finlandia mendapatkan istirahat 5 menit setiap 45 menit pelajaran, serta 15 menit untuk jam istirahat. Menurut Levitin (Walker, 2017) menyatakan bahwa memberikan otak waktu untuk beristirahat, melalui jeda yang teratur akan mengarah pada produktivitas dan kreativitas yang lebih besar. Istirahat bagi para guru di sana juga terbilang cukup dengan tidak adanya beban administratif yang terlalu banyak yang harus dikerjakan para guru di Finlandia. Mereka memanfaatkan waktu istirahat di sekolah untuk berkolaborasi dengan teman sejawat.

Strategi selanjutnya adalah menyederhanakan ruang. Di kelas-kelas Finlandia para guru cenderung untuk tidak banyak menempelkan sesuatu pada dinding kelasnya. Mereka mempercayai bahwa mengurangi rangsangan eksternal di dalam kelas sebagai upaya untuk membuuat para siswa dapat lebih fokus. Menyederhanakan ruang mampu membuat nyaman penghuninya. Selain itu, kebutuhan untuk menghirup udara segar sangat diperhatikan di Finlandia. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan proses belajar yang lebih baik di dalam kelas. Salah satu cara yang dilakukan guru di sana adalah dengan belajar di alam. Bermain di alam sambil belajar tidak hanya membuat pembelajaran menjadi bermakna, namun guru juga dapat menjadikannya sebagai sarana rekreasi dan memulihkan tenaga.

Untuk mendapatkan suasana belajar yang kondusif guru membuat Anchor charts (Aturan pokok), yaitu sebuah aturan kelas yang dibuat oleh guru dan murid yang disepakati bersama. Umumnya aturan ini memuat tiga hal pokok yaitu hormati diri sendiri, hormati orang lain, dan hormati lingkungan. Dari ketiga hal pokok tersebut murid akan menurunkan menjadi aktivitas-aktivitas di kelas seperti kelas nyaman, tenang, dan tidak berantakan.

Finlandia mengajarkan bahwa bekerja keras tanpa mempertimbangkan kesejahteraan diri merupakan sesuatu yang keliru. Memperhatikan kesejahteraan diri, kesejahteraan siswa, serta kesejahteraan teman seprofesi akan mampu menciptakan harmoni yang baik dalam suatu sekolah. Finlandia juga memperlihatkan bagaimana guru memaksimalkan waktu untuk berkolaborasi. Dari 15 menit waktu istirahat yang mereka gunakan untuk saling bercengkerama menghasilkan pandangan bahwa kolaborasi bukan sebagai sesuatu yang mewah, namun kolaborasi adalah kebutuhan. Dari Finlandia kita juga belajar bahwa kesejahteraan bukanlah sekedar gaji namun keadaan yang membuat para guru merasa aman, nyaman, dan diperhatikan kebutuhan psikologisnya.

 Daftar Pustaka

Walker, D. Timothy. 2017. Teach Like Finlandia. Jakarta: Grasindo

https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/11/25/ozxtz5384-pgri-kesejahteraan-guru-masih-banyak-masalah    (diakses 21 November 2022)

Perjalanan Pendidikan Nasional

Tahun ini Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-77. Usia yang tidak lagi muda bagi lahirnya bangsa. Sejak proklamasi kemerdekaan, para pendiri negara telah banyak melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas bangsa mulai dari segi pemerintahan, ekonomi, kesehatan,hingga pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Majunya suatu bangsa dipengaruhi kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas diperoleh dari kualitas Pendidikan yang baik.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, rakyat Indonesia telah mengenal Pendidikan yang bersumber dari ajaran agama yang berkembang saat itu. Mulai dari ajaran Hindu Budha yang dilakukan melalui padepokan-padepokan yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Hindu Budha. Dilanjutkan dengan ajaran Islam yang dibawa para saudagar dari Gujarat pada abad ke-13 yang berkembang di Kawasan pesisir. Pendidikan Islam ini terus mengalami perkembangan dari yang mulanya diajarkan di Mushola berkembang menjadi Pondok Pesantren hingga terbentuk madrasah.

Pada abad ke-16 datanglah bangsa Portugis disusul dengan Spanyol, berdagang dan menyebarkan ajaran agama Nasrani (katholik). Para misionaris Nasrani menyarankan untuk mendirikan sekolah-sekolah (seminarie) guna menyebarkan ajaran Nasrani (katholik). Pada tahun 1536 telah berdiri sebminarie di Ternate yang menjadi sekolah agama anak-anak  orang terkemuka. Pelajaran yang diberikan diantaranya adalah pelajaran agama, membaca, menulis dan berhitung.

Setelah Portugis tumbang, Belanda datang untuk berdagang dan menciptakan kekuasaan baru di Nusantara. Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk menyebarkan ajaran Protestan. Sekolah pertama didirikan di Ambon pada tahun 1607. Pembelajaran yang diberikan yaitu membaca, menulis, dan sembahyang. Guru pendidik berasal dari Belanda dan mendapatkan upah. Bahasa Belanda menjadi Bahasa pengantar hingga tahun 1786. Pendidikan kejuruan mulai muncul abad ke-19.

Menjelang kemerdekaan, Indonesia sempat dikuasai Jepang kurang lebih selama 3 tahun. Demi menarik simpati masyarakat Indonesia, Jepang pada mulanya memberlakukan sistem pendidikan yang cukup baik. Akses pendidikan sedikit lebih mudah untuk didapatkan, tidak ada pembedaan atau diskriminasi dalam pendidikan untuk kaum pria maupun perempuan. Namun, lantaran Jepang sedang menghadapi Perang Asia Timur Raya yang menjadi bagian dari Perang Dunia II melawan Sekutu, seluruh sendi kehidupan di Indonesia disesuaikan dengan kebutuhan perang, termasuk pendidikan. Terdapat empat materi pokok yang diajarkan pada masa pendudukan Jepang yaitu: latihan kemiliteran dan semangat Jepang; Bahasa, sejarah, dan adat istiadat Jepang; Ilmu bumi dengan perspektif geopolitis; serta olahraga dan nyanyian Jepang untuk pembinaan kesiswaan.

Pasca merdeka Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas Pendidikan nasionalnya. Pada tahun 1947 dibentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Pendidikan Republik Indonesia yang beranggotakan 52 orang. Panitia ini bertugas untuk meninjau masalah Pendidikan dan pengajaran kanak-kanak dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. . Hingga kurikulum merdeka diberlakukan, tercatat sudah 12 kali pemerintah mengganti kurikulum Pendidikan nasional dalam rentang waktu 1957 hingga 2022.

Kurikulum tahun 1947 disebut dengan Rencana Pelajaran Dirinci Dalam Rencana Pelajaran Terurai, terimplementasi selama 17 tahun dan mengalami perubahan pada tahun 1964, yang disebut dengan Rencana Pendidikan Dasar yang hanya terlaksana selama 4 tahun. Selanjurnya pada tahun 1968 diterapkan Kurikulum Sekolah Dasar yang kemudian diubah menjadi Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan pada tahun 1974. Satu tahun kemudian, pada tahun 1975 kurikulum diubah kembali menjadi Kurikulum Sekolah Dasar. Lalu pada tahun 1984, kurikulum Sekolah Dasar diubah menjadi Kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (K-CBSA).

Setelah terimplementasi selama 10 tahun, CBSA diubah menjadi Kurikulum 1994. Pada tahun 2004, Kurikulum CBSA mengalami perubahan yang cukup signifikan menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), lalu disempurnakan pada 2006 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTPS). Dan, di tahun 2013 pemerintah kembali menerapkan kurikulum baru: Kurikulum 2013 (K-13). Setelah hampir 10 tahun diberlakukan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengubah K-13 menjadi Kurikulum merdeka setelah sebelumnya memberlakukan kurikum darurat akibat pandemic Covid 19.

Menurut Nadiem Makarim Kurikulum Merdeka ini merupakan kurikulum yang jauh lebih ringkas, sederhana dan lebih fleksibel untuk bisa mendukung learning loss recovery akibat pandemi Covid-19. Selain itu melalui Kurikulum Merdeka juga untuk mengejar ketertinggalan Pendidikan Indonesia dari negara-negara lain.

Kurikulum memang menjadi salah satu penentu kualitas Pendidikan sebuah negara. Namun tidak hanya itu, untuk dapat mengimplementasikan rancangan kurikulum yang telah ditetapkan dibutuhkan guru yang kompeten dan sarana prasarana yang memadai. Tanpa tenaga pendidik yang kompeten rancangan kurikulum hanya akan menjadi ide besar yang tak terealisasi. Untuk itu selain merubah kurikulum pemerintah juga perlu fokus untuk mengembangkan kompetensi guru dan fokus pada pemerataan Pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspresi Cinta Kepada Rasulullah Melalui Maulid Nabi

https://www.instagram.com/p/Cjl3_trDKHk/?hl=id

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat. Setiap daerah memiliki tata cara sendiri dalam memperingatinya. Umumnya masyarakat mengadakan pembacaan maulid di surau-surau kecil. Ada juga perayaan megah nan meriah seperti grebeg maulid di Yogyakarta. Selain itu di hampir setiap sekolah dan madrasah juga mengadakan peringatan Maulid Nabi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat. Setiap daerah memiliki tata cara sendiri dalam memperingatinya. Umumnya masyarakat mengadakan pembacaan maulid di surau-surau kecil. Ada juga perayaan megah nan meriah seperti grebeg maulid di Yogyakarta. Selain itu di hampir setiap sekolah dan madrasah juga mengadakan peringatan Maulid Nabi.

Peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk ekspresi cinta umat kepada Rasulullah SAW. Sebagian bersar orang memperingati hari ulang tahun dirinya dan orang-orang terdekatnya seperti sahabat, kekasih, dan orang tua sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran mereka. Begitu pula dengan peringatan Maulid Nabi. Hal tersebut dilakukan atas dasar rasa syukur dan kebahagiaan akan kelahiran manusia mulia utusan Tuhan.

Diriwayatkan dalam hadits Bukhori bahwa Abu Lahab, paman nabi yang sangat menentang dakwahnya bergembira ketika Nabi Muhammad lahir. Dia memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah sebagai ekspresi suka cita atas kelahiran Nabi. Oleh karena hal tersebut, Abu Lahab yang ditetapkan kekal di neraka karena kekafirannya mendapatkan keringanan siksa tiap hari Senin karena pernah bergembira atas kelahiran Nabi.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga mensyukuri dan berbahagia atas kelahirannya dengan sering berpuasa tiap hari Senin. Menurut Sayyid Muhammad Al Maliki Allah memerintahkan kita untuk berbahagia dengan sebab rahmat dan pertolongan Allah. Dan rahmat terbesar yang Allah berikah bagi kita adalah lahirnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad adalah sebagai bentuk kasih sayang Allah bagi alam semesta.

Peringatan Maulid Nabi dilaksanakan dengan pembacaan syair-syair maulid nabi yang berisi kelahiran, kisah hidup, ciri fisik, kemuliaan, puji-pujian, serta mukjizat Nabi Muhammad SAW. Pada tiap daerah syair maulid yang dibaca berbeda-beda. Ada yang membaca maulid Al Barzanji, Maulid Diba’, Maulid Burdah, Maulid Simthud Duror dan lain sebagainya.

Di beberapa daerah pembacaan Maulid Nabi dilakukan sejak tanggal 1 Rabi’ul Awal sampai tanggal 12 Rabi’ul Awal sebagai puncak peringatan yang bertepatan dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain membaca maulid, masyarakat juga bersedekah berupa makanan atau jajanan yang tak lain juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Terdapat banyak kebaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah rasa cinta kepada Rasulullah. Jika ada yang tidak suka dengan peringatan Maulid Nabi, pertanyaannya adalah apakah dia tidak bergembira atas kelahiran Nabi? Wallahu’alam.

Pesantren, dan pengalaman hidup yang tak terlupakan

Cerita tentang pondok pesantren tidak akan pernah habis untuk dibicarakan. Kisah tentang pengalaman mondok mulai dari susah sampai senangnya selalu menarik untuk didengar. Perasaan rindu rumah, capek dengan banyaknya kegiatan, sulitnya hafalan, hingga rasa senang memiliki banyak teman yang sudah seperti keluarga adalah hal-hal lumrah bagi seorang santri.

Hal itu juga terjadi pada saya. Saya belajar di pondok pesantren sejak SMA hingga setelah lulus kuliah. Saat SMA saya belajar di salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Demak. Pesantren ini menggabungkan konsep salaf dan modern. Hal itu membuat kegiatan para santri menjadi sangat padat.

Setiap hari kami harus bangun sebelum subuh untuk antri mandi. Dan karena pondok saya dulu berada di daerah yang sulit air, kami para santri dibiasakan untuk sebisa mungkin menghemat air.  Tidak jarang bagi santri yang bangun kesiangan harus rela menimba air dari sumur terlebih dahulu untuk bisa mandi. Uniknya keterbatasan akses air ini tidak menjadikan para santri putus asa dan enggan mondok. Justru di kemudian hari, saya dan teman-teman santri lain merasa menjadi seorang yang sangat menghargai air karena teringat betapa susahnya kami mendapatkan air saat di pondok dulu.

Kegiatan pagi diawali dengan jamaah subuh. Di pondok saya, ada dua waktu jamaah yang terkesan berbeda dari waktu sholat lain. Yaitu waktu jamaah sholat subuh dan jamaah sholat maghrib. Kenapa berbeda? Karena dua waktu jamaah ini wajib diikuti oleh semua santri dan hukuman bagi yang melanggar adalah denda satu karung semen, salah satu kategori hukuman yang cukup berat. Perbedaan lain yang juga menjadi keistimewaan dari dua waktu jamaah ini adalah imam sholat membaca satu halaman al quran setelah surat fatihah pada rakaat pertama dan kedua. Pembacaan satu halaman al quran ini runtut dari juz 1 hingga juz 30. Alhasil waktu jamaah terasa lebih lama dari waktu solat lainnya, tetapi juga menjadi kesakralan tersendiri yang dirasakan oleh para santri.

Setelah jamaah subuh para santri sudah rapi mengantri untuk mengaji al quran secara sorogan kepada abah kyai. Sorogan adalah metode belajar dimana santri menghadap satu persatu kepada gurunya. Dengan jumlah ratusan santri yang harus mengaji sorogan kepada abah kyai atau ibu nyai, ngaji bakda subuh biasanya baru selesai menjelang setengah tujuh atau pada saat santri harus berangkat sekolah formal. 

Setelah pulang sekolah kami mengikuti madrasah diniyah yang dimulai pada pukul dua siang. Kami mempelajari berbagai bidang ilmu agama seperti nahwu, shorof, tajwid, tauhid, fiqih, akhlaq dan lain sebagainya. Pada saat madrasah diniyah ini kami diharuskan hafalan nadzom imrithi. Hafalan nadzom ini juga menjadi syarat pulang bagi santri pada saat libur semester. Jadi tidak ada alasan bagi santri untuk tidak hafalan, karena jika tidak hafal berarti tidak bisa pulang, hehe.

Sore hari setelah selesai madrasah dan jamaah ashar, bagi santri kelas SMA sederajat masih ada kegiatan ngaji kitab bandongan hingga menjelang maghrib. Bandongan merupakan metode belajar dimana guru membacakan kitab dan maknanya, santri mendengarkan sambil menuliskan makna di kitabnya menggunakan huruf arab pegon. Setelah itu dilanjutkan dengan jamaah maghrib seperti yang sudah saya ceritakan di awal.

Setelah jamaah maghrib santri kembali mengaji alquran. Bagi santri tahun pertama wajib hafalan juz amma/juz 30. Sebelum mulai setoran juz 30, santri baru akan diajari makhorijul huruf melalui surah Fatihah terlebih dahulu oleh santri yang lebih senior. Biasanya pelajaran fatihah ini akan memakan waktu cukup lama hingga berbulan-bulan karena fase ini para santri digembleng untuk bisa melafalkan makhorijul huruf dengan benar. Dan ini menjadi fondasi bagi santri untuk membaca al quran dengan baik. Proses mengaji al quran ini menjadi salah satu kenangan paling istimewa bagi para santri. Bagaimana susahnya mereka melafalkan huruf-huruf hijaiyah, sulitnya mereka untuk menghafal surah-surah, suasana sakral saat maju setoran, menangis karena gagal naik atau pindah surah, dan masih banyak lagi cerita beratnya perjuangan saat mengaji al qur an. 

Namun semua itu terbayar ketika kami ditetapkan sebagai peserta khotimat al quran atau bisa dikatakan lulus ujian al quran. Belum lengkap rasanya bagi santri jika belum pernah menjadi peserta khotimat dalam haflah khotmil quran karena kegiatan ini tidak dinilai berdasarkan kelas atau tahun masuk tetapi melalui hafalan dan ujian al quran yang harus dijalani. Jadi bagi santri yang belum memenuhi syarat tidak bisa menjadi peserta khotimat meskipun sudah santri kelas akhir sekalipun. 

Selain kegiatan rutin harian, ada pula kegiatan yang dilakukan seminggu sekali, misalnya kegiatan khitobah. Kegiatan ini diadakan tiap malam jumat. Santri digilir untuk mengisi acara khitobah baik sebagai pembicara, mc, atau kadang juga memerankan drama maupun baca puisi. Kegiatan ini menjadi ajang bagi santri untuk melatih kemampuan bicara di depan umum atau bahasa kerennya publick speaking. Selain itu kegiatan ini juga sekaligus melatih mental para santri untuk berani tampil di depan umum. Jadi jangan dikira santri hanya bisa mengaji saja, berbagai kemampuan soft skill juga dipelajari oleh para santri. 

Ada pula kegiatan syawir yang berarti musyawarah. Biasanya ada satu topik permasalahan yang akan dibahas saat syawir. Peserta syawir akan mempersiapkan materi untuk berargumen dalam diskusi tersebut. Kegiatan ini serupa dengan diskusi-diskusi ilmiah di kampus atau lembaga Pendidikan lainnya, bedanya topik yang dibahas adalah seputar permasalahan agama saja. Dari kegiatan ini santri dilatih untuk bisa berargumen dari ilmu-ilmu yang sudah dipelajarinya. 

Diantara padatnya kegiatan yang sudah saya ceritakan terdapat rasa bosan, lelah dan rindu rumah yang dirasakan oleh para santri. Jauh dari keluarga menuntut santri untuk bisa hidup mandiri. Saat di rumah mungkin banyak anak-anak yang kebutuhannya selalu dilayani oleh orangtunya, tetapi dengan hidup di pondok pesantren santri belajar memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Seperti mencuci pakaian, membersihkan kamar, mengantri makan, membersihkan alat makan dan masihh banyak lagi. Belajar hidup sederhana dan makan apa adanya menjadi bekal hidup yang sangat berharga bagi para santri. Dengan banyaknya keterbatasan saat di pondok menjadikan para santri anak-anak yang kreatif dan memiliki kemampuan bertahan dalam situasi apapun. 

Menjadi santri juga sama halnya dengan belajar menjadi manusia yang disiplin. Melalui jadwal rutin yang harus dilaksanakan oleh para santri secara tidak langsung membangun kebiasan disiplin dalam diri para santri. Disiplin merupakan sikap baik yayng hanya bisa dibentuk melalui pembiasaan. Dan pembiasaan baik itu diperoleh santri melalui pondok pesantren. 

SMP Sabilurrasyad Tampilkan Musik Lesung dan Tari Kreasi saat Visitasi Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Kendal

SMP Sabilurrasyad menerima kunjungan tim asesor untuk visitasi Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Kendal (CSAK) tahun 2022 pada hari Rabu (31/8) Pukul 13.00 WIB. SMP Sabilurrasyad merupakan sekolah terakhir yang dikunjungi oleh tim Asesor CSAK sejak dimulainya visitasi pada Senin (22/8) sampai dengan Rabu (31/8). Total ada 15 Calon Sekolah Adiwiyata yang divisitasi pada rentang waktu tersebut. Terdapat sepuluh orang Asesor yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag dan Baznas.

Kehadiran tim asesor disambut penampilan peserta didik SMP Sabilurrasyad yang menyanyikan lagu Mars Adiwiyata dan Gugur Gunung. Diiringi alunan musik dari lesung, yang terbuat dari kayu gelondong yang dipahat hingga berceruk seperti bentuk perahu yang biasanya digunakan untuk menumbuk Padi dengan alu/antan nya. Irama musik Lesung ini dihasilkan dari pukulan alu pada bagian atas, samping atau tengah secara bergantian sehingga menghasilkan nada yang unik dan indah. Para siswa dilatih langsung oleh guru seni musik dalam mempersiapkan penampilan tersebut dan mereka sukses menarik perhatian tim asesor dan hadirin yang menyaksikannya.

Setelah penampilan seni musik dilanjut dengan penampilan Ketoprak yang bertemakan peduli lingkungan sebagai wujud kampanye lingkungan dalam bentuk hiburan. selain itu, juga ada tari kreasi dari siswa untuk menyambut rombongan asesor saat berkeliling lingkungan sekolah.

Visitasi dilakukan dengan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat langsung beberapa hal yang harus dimiliki Calon Sekolah Adiwiyata seperti ruang terbuka hijau, green house, bank sampah hingga drainase dilanjutkan verifikasi dokumen. Pada ruang terbuka hijau SMP Sabilurrasyad memberi papan nama untuk setiap tanaman yang dilengkapi dengan barcode yang bisa di scan guna melihat manfaat tanaman tersebut. Sehingga setiap orang bisa mengetahui nama dan manfaat tanaman yang ada di lingkungan Sabilurrasyad.

https://drive.google.com/file/d/1ISmefgp6gGheEWIDhjoayD_xJZlGwcSv/view?usp=sharing

Tim Asesor juga mengunjungi green house Sabilurrasyad yang berada di halaman belakang Sekolah. Green house ini berisikan berbagai tanaman obat yang kaya akan manfaat. Adapula beberapa tanaman langka seperti pohon Kina dan Purwaceng. Selain Green house, area belakang sekolah ini juga terdapat kebun Kangkung dan Kandang Kambing.

Di area lain terdapat pula Pohon Kuntobimo yang terkenal unik dan langka serta banyak manfaatnya. Selain tanaman obat terdapat pula berbagai macam tanaman hias seperti Aglonema, Palem Kuning, Kenanga, Melati dan masih banyak lagi yang lainnya dan ditata secara rapi mengelilingi area sekolah.

Tim Asesor juga melihat langsung produk-produk inovasi dan kerajinan yang sudah diproduksi SMP Sabilurrasyad di Saung GPS. Green Pesantren Sabilurrasyad (GPS) adalah program Sabilurrasyad yang bekerjasama dengan UIN Walisongo Semarang dalam upaya komitmen menjaga lingkungan. Program ini sejalan dengan ruh sekolah adiwiyata yang saat ini sedang diajukan oleh pihak SMP Sabilurrasyad.

Terdapat 14 inovasi yang dihasilkan oleh SMP Sabilurrasyad, diantaranya Eco enzym. Eco enzym merupakan fermentasi limbah dapur dengan menggunakan molase. Eco enzym memiliki berbagai macam manfaat mulai dari kesehatan hingga kecantikan. Selanjutnya ada sabun ramah lingkungan mulai dari sabun mandi, sabun cuci, hingga ada hand sanitizer. Selain itu limbah organik lainnya juga diolah menjadi pupuk cair dan padat. Ada pula inovasi pakan ikan organik yang terbuat dari tulang ikan dan tulang ayam.

Lalu ada ecobrick yang terbuat dari sampah plastik sebagai upaya mengolah limbah anorganik. Sampah bekas botol plastik juga diubah menjadi mainan, bunga hias, tempat pensil, dan aquaponik. Produk inovasi yang juga tidak kalah menarik adalah busana daur ulang. Ada busana daur ulang yang terbuat dari karung goni yang memenangkan lomba kreasi busana daur ulang Kabupaten Kendal.

“SMP Sabilurrasyad memiliki potensi yang luar biasa dan juga sudah mengalami peningkatan yang signifikan dilihat dari jumlah tanaman yang ada saat ini dan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi sampah dan menjaga lingkungan” tutur Ibu Zaenun selaku asesor dari Dinas Lingkungan hidup. Program adiwiyata ini diharapkan tidak hanya untuk penilaian sekolah dan saat ini saja, tetapi juga dapat membawa dampak jangka panjang untuk mendidik generasi yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

“Semoga SMP Sabilurrasyad lolos sebagai sekolah adiwiyata kabupaten dan dapat terus berinovasi dan berkomitmen menjaga lingkungan untuk selanjutnya menjadi sekolah adiwiyata Provinsi, Nasional, Mandiri bahkan Asean” tutur Bapak Adi Ismanto selaku Kepala SMP Sabilurrasyad.

VISI-MISI SMP SABILURRASYAD

VISI SMP Sabilurrasyad Ngampel Kendal Jawa Tengah
“Terwujudnya sekolah yang Beriman dan Bertakwa, Unggul dalam Prestasi, Terampil, Berakhlakul Karimah, Berwawasan Global serta Berwawasan Lingkungan”.

MISI SMP Sabilurrasyad
1. Melaksanakan pembelajaran Syariat Islam
2. Melaksanakan Pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai prestasi
3. Mendorong Peserta Didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan
4. Menerapkan pembiasaan sikap dan perilaku 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
5. Membiasakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari
6. Memiliki pengetahuan tentang Kebhinnekaan Global
7. Menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah
8. Membiasakan perilaku dan kebiasaan hidup sehat
9. Mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan

Sambut Hari Kemerdekaan, Sabilurrasyad Gelar Perlombaan

Indonesia memperingati hari kemerdekaan yang ke-77 tahun ini. Sudah menjadi tradisi dalam peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia masyarakat menggelar berbagai macam perlombaan. Tidak  berbagai macam perlombaan. Tidak ketinggalan Sabilurrasyad Islamic Boarding School turut memeriahkan semarak kemerdekaan dengan mengadakan berbagai macam perlombaan yang digelar selama 3 hari, pada Jumat 12 Agustus 2022 serta Senin dan Selasa 15-16 Agustus 2022.
Rangkaian perlombaan disusun oleh anggota OSIS SMP dan SMK Sabilurrasyad dan diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMK Sabilurrasyad. Diawali dengan lomba baca puisi yang diikuti oleh siswa dari masing-masing perwakilan kelas. Puisi yang dibacakan diciptakan sendiri oleh peserta dengan tema kemerdekaan. Lomba puisi ini diharapkan dapat mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia serta melatih siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan tampil di depan umum.
Selanjutnya ada lomba vokal grup yang terdiri dari 3 siswa dari masing-masing kelas. Peserta lomba wajib menyanyikan lagu 17 Agustus dan satu lagu nasional sebagai lagu pilihan. Di hari yang sama dilaksanakan pula lomba poster peduli lingkungan. Peserta lomba dari masing-masing perwakilan kelas membuat satu poster berisi kampanye untuk menjaga lingkungan. Perlombaan ini sejalan dengan misi Sabilurrasyad dalam mempersiapkan diri menjadi sekolah adiwiyata. Perlu diketahui bahwa SMP Sabilurrasyad sedang mendaftarkan diri sebagai kandidat sekolah adiwiyata kabupaten. Dalam hal ini Sabilurrasyad akan semaksimal mungkin mengajak warganya untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan sebagai komitmen menjadi sekolah adiwiyata. Perlombaan hari pertama diakhiri dengan penilaian lomba kebesihan kelas.
Hari kedua, Senin 15/8 siswa mengikuti lomba PBB yang dilaksanakan secara berkelompok. Terdapat 8 kelompok yang terdiri dari: kelas X SMK; kelas XI dan XII SMK; kelas 7 putra; kelas 7 Putri; kelas 8 putra; kelas 8 putri; kelas 9 putra; dan kelas 9 putri. Dengan lomba PBB ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, tangkas, tanggung jawab, serta memperkuat soliditas siswa. Masing-masing kelompok unjuk diri dengan berbagai formasi menarik yang sudah dilatih oleh pamong sebelum perlombaan.
Masih di hari yang sama, setelah lomba PBB dilanjutkan dengan lomba joget balon dan pecah air. Sontak kedua lomba ini mengundang gelak tawa yang disebabkan oleh tingkah lucu peserta lomba. Saat lomba pecah air misalnya, peserta lomba harus memecahkan air dalam keadaan mata tertutup. Hal ini menjadikan banyak peserta lomba memukul air tidak sesuai sasaran. Tidak sedikit peserta lomba yang justru memukul tiang, tanaman bahkan teman di sebelahnya. Pemandangan itu menjadi hiburan bagi penonton yang menyaksikannya.
Hari terakhir perlombaan diwarnai keseruan lomba futsal yang bertempat di lapangan sekolah Sabilurrasyad. Saling adu strategi dan skill individu meramaikan jalannya tiap pertandingan. Terjadi beberapa kali pertandingan sengit antar kelas. Kekompakan tim menjadi penentu kemenangan pertandingan. Selain itu lomba futsal ini juga diramaikan dengan adanya supporter yang menyanyikan yel-yel untuk mendukung timnya masing-masing. Di arena lain berlangsung lomba balap karung dan makan kerupuk. Kedua lomba ini tidak kalah seru dengan perlombaan lainnya. Lomba balap karung dimenangkan oleh kelas 9A sebagai juara pertama, 8A sebagai juara kedua, dan 8B sebagai juara ketiga. Pembagian hadiah lomba akan dilaksanakan setelah upacara HUT Kemerdekaan RI keesokan harinya.