Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOSP tahap 2 tahun 2025

Dalam semangat memperkokoh jati diri santri sebagai penjaga keutuhan bangsa dan pembawa cahaya peradaban, Sabilurrasyad Islamic Boarding School dengan penuh rasa syukur menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi atas perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menjadi ajakan untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemajuan dunia.
Peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Sabilurrasyad berlangsung selama 3 hari, yang dibuka pada Minggu, 19 Oktober 2025. Kegiatan dimulai dengan Jalan Santai yang diikuti oleh seluruh santri, seluruh civitas, serta bapak/ibu wali santri. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat sehat dalam menjalani kehidupan pesantren. Selanjutnya, suasana semakin semarak dengan berbagai lomba dan kegiatan menarik, antara lain; Turnamen Basket Santri serta Bazar (19/10), Lomba Lalaran Aqidatul Awam dan Musabaqah Hifdzil Qur’an (19/10), Lomba Ranking 1 (20/10), serta Lomba Paduan Suara Santri (21/10).
Rabu, 22 Oktober 2025 merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional, seluruh keluarga besar Sabilurrasyad mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional dengan penuh khidmat. Dalam upacara tersebut, Ust. K.H. Faizin Ully Rosyad, S.Ag. selaku pembina upacara berpesan, untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan santri masa kini: berjuang dengan ilmu, akhlak, dan karya nyata untuk kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat.
Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum spiritual dan intelektual. Santri masa kini diharapkan mampu mengawal Indonesia yang merdeka dengan menegakkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta menjadi generasi yang membawa bangsa menuju peradaban dunia yang berkeadilan dan berkeadaban. Melalui kegiatan ini, semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan religiusitas disatukan dalam harmoni. Santri bukan hanya pelajar agama, tetapi juga agen perubahan yang siap membawa Indonesia menuju kejayaan di pentas global.
Kendal, 27 Juli 2025 — Sabilurrasyad Islamic Boarding School kembali menyelenggarakan program “Sabilurrasyad Sharing Session” sebagai wadah motivasi dan inspirasi bagi seluruh santri. Acara yang berlangsung pada hari Minggu ini menghadirkan pembicara istimewa, Ibu Ainol Mardhiah, S.Pd., M.A (TESL), seorang dosen Bahasa Inggris, tutor bahasa, sekaligus alumni dari dua program beasiswa bergengsi: Community College Initiative Program (Fulbright) dan Australia Awards Scholarships.
Dari Santri ke Dunia Internasional

Dalam kesempatan ini, Ibu Ainol membagikan kisah inspiratifnya sebagai seorang mantan santri yang menapaki jalan akademik hingga ke dunia internasional. Ia menempuh pendidikan pesantren selama enam tahun sejak SMP hingga SMK, melanjutkan kuliah di jurusan Bahasa Inggris, dan kemudian mendapatkan pengalaman mengajar di pesantren selama lima tahun. Perjalanan akademiknya berlanjut melalui program MESA College di Amerika Serikat dan program magister di Flinders University, Australia, dengan fokus pada pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (TESL).
Tantangan dan Peluang Santri di Era Global
Dalam pemaparannya, Ibu Ainol menyoroti beberapa tantangan penting yang harus dihadapi para santri masa kini, antara lain:
Perkembangan teknologi yang cepat, yang harus bisa disikapi dengan adaptasi dan literasi digital yang tepat.
Persaingan global yang ketat, yang menuntut santri untuk memiliki keterampilan dan kecakapan hidup.
Pentingnya identitas keimanan, sebagai pondasi moral saat berinteraksi dengan masyarakat dunia.
Meski demikian, peluang juga terbuka sangat luas. Dengan kemauan kuat dan pemanfaatan teknologi secara positif, santri dapat mengakses berbagai informasi dan program seperti exchange program, pelatihan daring, atau beasiswa internasional.
Penguasaan Bahasa Asing sebagai Kunci
Sebagai dosen Bahasa Inggris, Ibu Ainol juga menekankan bahwa penguasaan bahasa internasional, khususnya Bahasa Inggris dan Arab, menjadi salah satu kunci penting untuk membuka banyak peluang, baik dalam bidang studi, pekerjaan, maupun jaringan relasi. Ia mendorong santri untuk aktif membentuk komunitas belajar bahasa dan konsisten menjalankan program bahasa secara rutin di pesantren.
“Santri punya peluang besar karena hidup dalam komunitas yang bisa saling mendukung. Tinggal bagaimana kita mau berkomitmen dan disiplin,” ujar beliau.
Sesi Interaktif dan Pertanyaan Inspiratif
Kegiatan ini semakin hidup dengan sesi tanya-jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para santri. Beberapa pertanyaan yang diajukan mencakup:
Persiapan beasiswa: Menurut Ibu Ainol, perlu dirancang sejak dini, termasuk menentukan tujuan hidup, mengembangkan keterampilan, serta memperkuat penguasaan bahasa.
Mengatasi rasa malas di pondok: Kuncinya adalah memiliki tujuan hidup yang jelas, agar aktivitas belajar lebih terarah dan bermakna.
Pembatasan teknologi di pesantren: Menurut beliau, bukan informasinya yang dibatasi, tetapi penggunaan gadget yang berpotensi mengganggu fokus. Maka, santri bisa tetap mengakses informasi yang bermanfaat saat berada di rumah atau dalam waktu yang diperbolehkan.
Mengatasi rasa minder: “Rasa minder berasal dari dalam diri. Kuncinya adalah memperkuat tekad, mengembangkan potensi, dan percaya bahwa usaha sungguh-sungguh akan menghasilkan buah yang baik.”


Kesan dan Harapan
Di akhir sesi, Ibu Ainol menyampaikan rasa senangnya terhadap antusiasme santri Sabilurrasyad. Ia juga berharap agar program pengembangan bahasa asing di pesantren dapat dilaksanakan secara konsisten dan masif, sebagai bekal penting bagi para santri untuk bersaing di masa depan.


Di era digital yang terus berkembang, tantangan kesehatan mental semakin kompleks dan memerlukan perhatian lebih. Pengaruh teknologi, media sosial, dan gaya hidup modern sering kali berdampak pada kondisi psikologis seseorang. Untuk membahas isu ini, Sabilurrasyad Islamic Boarding School berkesempatan mengikuti seminar “Mental Health di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Center for Addiction Studies (CAS) Universitas Katolik Soegijapranata (Unika). Seminar ini menghadirkan para pakar di bidang kesehatan mental, dengan peserta dari berbagai kalangan, termasuk tenaga kesehatan, pekerja sosial, serta masyarakat umum. Berbagai wawasan penting mengenai kesehatan mental dan tantangan di era digital dibahas dalam acara ini.

1. Dampak Pergaulan dan Kecanduan Zat – dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes.
Menurut dr. Bina Ampera Bukit, banyak kasus penyalahgunaan narkotika bermula dari rasa penasaran dan pengaruh teman atau pasangan. Biasanya, mereka mendapatkannya secara gratis atau dengan membeli bersama, hingga akhirnya menjadi kecanduan. Oleh karena itu, selektif dalam memilih pergaulan sangatlah penting. Berteman dengan orang-orang berakhlak baik dapat mencegah seseorang terjerumus dalam bahaya penyalahgunaan zat.
2. Pengaruh Dopamin dan Algoritma Digital – Indra Dwi Purnomo, M.Psi., PhD.
Indra Dwi Purnomo menjelaskan bahwa kadar dopamin yang terlalu rendah atau tinggi dapat meningkatkan risiko kecanduan. Algoritma media sosial dirancang untuk mempertahankan perhatian penggunanya, salah satunya melalui fitur perjudian daring dengan nominal kecil. Banyak individu yang kecanduan judi digital sulit berhenti karena dorongan untuk menang dan mengembalikan modal. Bahkan, beberapa menggunakan narkotika untuk bertahan berjudi lebih lama. Ketika keuangan menipis, mereka beralih ke pinjaman online (pinjol) dan semakin terjerumus dalam lingkaran masalah. Oleh karena itu, penanganan kecanduan digital memerlukan dukungan dari psikolog, psikiater, serta lingkungan sekitar.
3. Maraknya New Psychoactive Substances (NPS) – Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.Kj., MARS.
Dr. Diah Setia Utami mengungkapkan bahwa saat ini terdapat banyak zat psikoaktif baru (NPS) yang disalahgunakan, terutama oleh pekerja yang membutuhkan stamina tinggi seperti kurir, buruh, dan pengemudi ojek daring. Mereka mendapatkan zat ini secara ilegal melalui internet atau toko-toko tertentu. Kesadaran untuk berhati-hati dalam mengonsumsi produk tertentu sangatlah penting agar tidak terkena dampak hukum maupun kesehatan.
4. Tidur Berkualitas dan Kesehatan Mental – dr. Alifiati Fitrikasari, Sp.Kj.
Dr. Alifiati menekankan pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas untuk kesehatan fisik serta mental. Kurang tidur dapat memperburuk kondisi kesehatan mental, sementara mereka yang mengalami gangguan mental cenderung mengalami kesulitan tidur. Ia juga menyarankan pengelolaan berat badan secara sehat dan penerapan sleep hygiene sebagai upaya pencegahan gangguan mental.
5. Kecanduan Pornografi dan Dampaknya pada Otak – dr. Eva Suryani, Sp.Kj.
Dalam sesi terakhir, dr. Eva Suryani menjelaskan bahwa kecanduan pornografi dapat menyebabkan penyusutan prefrontal cortex, bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan logis dan rasional. Hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kepribadian dan perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pencegahan kecanduan ini dapat dilakukan melalui pendidikan moral dan agama, serta pemblokiran konten yang tidak sesuai.
6. Mengenali dan Mengatasi Kecanduan – Kusumojati Nuur Wicaksono, S.Kom., B.Inf. Tech.
Kusumo Jati menjelaskan bahwa kecanduan bukan hanya terbatas pada zat berbahaya, tetapi juga bisa terjadi pada aktivitas tertentu seperti bermain gim. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memahami dampak kecanduan dan berupaya melepaskan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif. Pengetahuan mengenai kesehatan mental juga penting bagi generasi muda agar mereka dapat mengenali diri sendiri, menghindari situasi berisiko, dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Kesimpulan
Seminar ini menegaskan bahwa ketahanan keluarga dan masyarakat sangat berperan dalam menghadapi tantangan kesehatan mental di era digital. Edukasi, pola hidup sehat, dan kesadaran akan risiko dunia digital merupakan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan mental, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tantangan ini, diharapkan individu dan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara mental dan emosional dalam menghadapi era digital yang terus berkembang.

Kegiatan inspiratif yang dikemas dalam suasana ngabuburit ini diadakan untuk para santri Sabilurrasyad Islamic Boarding School. Acara ini menghadirkan dua sosok inspiratif bagi generasi muda, yaitu Arman Maulana, Juara II Duta Genre Kabupaten Kendal 2024, dan Aizatul Fatma Faiqha, Duta Pelopor Pendidikan Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang perjuangan mereka dalam meraih impian. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa 4 Maret 2025 di aula putri Sabilurrasyad Islamic Boarding School.

Arman Maulana, seorang santri yang sejak awal masuk sekolah sudah mengidolakan kakak kelasnya, Duta Genre 2022, mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan Genre. Dari workshop hingga kajian, ia terus mengasah wawasan dan keterampilannya. Dengan tekad yang kuat, Arman akhirnya mendaftar sebagai calon Duta Genre 2024 dan menghadapi berbagai tantangan, seperti pergaulan bebas dan pengaruh media sosial. Namun, berkat kegigihannya serta penampilan pantomim yang ia bawakan dalam kompetisi, Arman berhasil meraih Juara II Duta Genre Kabupaten Kendal 2024.


Narasumber kedua, Aizatul Fatma Faiqha, adalah seorang gadis asal Kendal yang masih duduk di bangku SMK namun sudah menorehkan berbagai prestasi. Di usianya yang belum genap 17 tahun, Fatma berhasil menjadi salah satu wakil Indonesia dalam program Internasional CAYE ASEAN di Singapura dan Malaysia pada 3-7 Februari 2025. Terlahir dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang buruh tani dan ibu sebagai ibu rumah tangga, Fatma telah menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.

Sejak SMP, Fatma sangat fokus pada akademik hingga meraih peringkat ke-3 dengan nilai NEM tertinggi di sekolahnya. Namun, ia kemudian menyadari bahwa akademik saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kegiatan lain. Saat masuk SMK, ia mulai aktif dalam OSIS dan berbagai kegiatan sekolah lainnya untuk mengembangkan keterampilannya. Perjalanan Fatma semakin berkembang ketika ia bertemu dengan Amrul Hakim, seorang sutradara dan produser film dari Kendal, yang menjadi mentor sekaligus inspirasi dalam perjalanannya hingga mencapai titik saat ini.
Melalui kegiatan ini, Arman dan Fatma berbagi pengalaman serta memberikan motivasi kepada para santri untuk terus berjuang meraih mimpi. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan kegiatan non-akademik, serta bagaimana menghadapi berbagai tantangan di era digital saat ini. Kegiatan ngabuburit ini tidak hanya memberikan inspirasi tetapi juga menjadi ajang diskusi interaktif bagi santri Sabilurrasyad Islamic Boarding School untuk semakin termotivasi dalam mencapai impian mereka.



















Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Indosiar ke-30, Pesta Raya Indosiar digelar dengan meriah di Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, 21 Desember 2024. Sabilurrasyad Islamic Boarding School turut memeriahkan acara ini dengan menampilkan dua persembahan istimewa: fashion show busana hasil karya siswa-siswi SMK Sabilurrasyad dan pertunjukan pencak silat yang memukau dari para siswa-siswinya.
Fashion show menjadi salah satu sorotan utama acara. Busana yang ditampilkan merupakan hasil karya kreatif siswa-siswi SMK Sabilurrasyad yang memadukan keindahan batik khas Kendal dengan sentuhan desain modern. Motif-motif tradisional batik Kendal yang sarat makna budaya dipadukan dengan gaya kontemporer, menghasilkan koleksi busana yang elegan dan inovatif. Kreasi ini diperagakan oleh siswa-siswi SMP Sabilurrasyad dengan penuh percaya diri, membuktikan bahwa warisan budaya dapat diangkat ke panggung modern tanpa kehilangan nilai otentiknya.







Selain itu, penampilan pencak silat dari siswa-siswi Sabilurrasyad juga berhasil mencuri perhatian. Dengan gerakan yang penuh energi dan kekuatan, para peserta menampilkan seni bela diri tradisional Indonesia yang memadukan keindahan gerak dan kekuatan fisik. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kedisiplinan dan keterampilan siswa tetapi juga menjadi wujud pelestarian seni bela diri tradisional di kalangan generasi muda.









Partisipasi Sabilurrasyad dalam Pesta Raya Indosiar ke-30 ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan ini dalam mendukung pengembangan bakat siswa-siswinya, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun kreativitas. Selain sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi siswa, acara ini juga menjadi media promosi budaya Kendal melalui karya batik yang diangkat dalam fashion show.
Pesta Raya Indosiar ke-30 di Stadion Utama Kebondalem berlangsung dengan sangat meriah dan disambut antusias oleh ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Kehadiran Sabilurrasyad di acara ini tidak hanya memperkaya ragam pertunjukan yang ditampilkan tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai budaya dan berinovasi di tengah perkembangan zaman. (Lailatul Lutfiyah)

Senin, 28 Oktober 2024, seluruh warga Sabilurrasyad berkumpul dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan dengan penuh khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh elemen Sabilurrasyad, mulai dari para santri, ustadz-ustadzah, karyawan, dewan guru, hingga pihak yayasan, dalam kerja sama dengan Kecamatan Ngampel. Camat Ngampel, Drs. Kurniawan Bagus Samodro, M.H., bertindak sebagai pembina upacara, membawakan pesan penuh makna kebangsaan kepada para peserta.

Dalam amanatnya, Drs. Kurniawan mengajak seluruh peserta upacara untuk merefleksikan kembali nilai Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 oleh para pemuda Indonesia yang bersatu melampaui perbedaan suku, agama, dan bahasa demi satu Indonesia. “Sumpah Pemuda adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa kita terletak pada persatuan dan solidaritas di atas perbedaan,” tegas beliau. Refleksi tersebut terasa sangat relevan di tengah keberagaman Sabilurrasyad, yang terdiri dari siswa dengan latar belakang berbeda namun memiliki satu tujuan dalam mencintai bangsa.
Upacara semakin semarak ketika seluruh peserta menyanyikan berbagai lagu nasional, seperti Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Bagimu Negeri. Nyanyian ini menggema di lapangan dan membangkitkan rasa kebanggaan serta semangat nasionalisme di kalangan seluruh peserta, dari santri hingga dewan guru.
Puncak upacara ditandai dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh perwakilan siswa, yang menegaskan bahwa semangat juang pemuda 1928 tetap hidup dalam diri generasi sekarang. Melalui kegiatan ini, Sabilurrasyad bersama pihak Kecamatan Ngampel berharap dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkokoh persatuan, dan membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa melupakan nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan.


Sabtu, 28 September 2024, SMP Sabilurrasyad mengadakan kegiatan In House Training (IHT) bertema “Penyusunan Asesmen HOTS (Higher Order Thinking Skills)” yang berlangsung di Conference Room Sabilurrasyad Islamic Boarding School. Acara ini dihadiri oleh seluruh guru dari SMP dan SMK Sabilurrasyad dengan tujuan meningkatkan kemampuan para pendidik dalam menyusun asesmen yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Joko Paminto, S.Pd., M.Pd., salah satu fasilitator Guru Penggerak Provinsi Jawa Tengah yang telah berpengalaman dalam bidang pengembangan pendidikan. Beliau membagikan pengetahuan dan teknik terbaru dalam menyusun asesmen berbasis HOTS, yang bertujuan untuk melatih kemampuan analisis, evaluasi, dan penciptaan pada siswa, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan pembelajaran abad 21.
Joko Paminto membawakan materi tentang pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa melalui asesmen HOTS. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa HOTS bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam berpikir kritis, menganalisis, dan menciptakan solusi kreatif. “Asesmen HOTS menuntut siswa untuk tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi yang lebih kompleks,” ujarnya.
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah adanya sesi praktik langsung bagi para peserta. Setiap guru diberikan kesempatan untuk menyusun soal berbasis HOTS sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ajar. Setelah soal disusun, peserta lainnya memberikan review dan masukan terhadap soal yang dibuat, sehingga tercipta suasana kolaboratif yang mendukung pengembangan kompetensi bersama.
Praktik ini memberikan pengalaman nyata bagi para guru dalam menerapkan teori HOTS yang telah dipelajari, sekaligus memungkinkan mereka untuk saling belajar dari satu sama lain. Joko Paminto juga memberikan feedback secara langsung pada beberapa soal, memberikan arahan agar soal yang dibuat benar-benar mampu menguji keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan semakin mahir dalam menyusun asesmen yang tidak hanya mengukur kemampuan dasar, tetapi juga mengarahkan siswa untuk berpikir lebih kritis dan kreatif. Kegiatan ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di Sabilurrasyad Islamic Boarding School.





Kendal, 27 September 2024 – SMK Sabilurrasyad sukses menggelar acara Panen Karya P5BK, sebuah ajang unjuk kebolehan siswa dalam memamerkan hasil Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Berlangsung meriah pada hari Jumat, 27 September 2024, acara ini menyuguhkan beragam karya inovatif yang mengagumkan. Acara ini merupakan puncak dari kegiatan P5BK yang selama beberapa minggu terakhir melibatkan seluruh siswa dalam berbagai proyek kreatif. Melalui Panen Karya, siswa-siswi SMK Sabilurrasyad menampilkan hasil karya yang menggabungkan kreativitas, keterampilan, dan nilai-nilai Pancasila yang mereka peroleh selama proses pembelajaran.
Beberapa karya yang dipamerkan dalam acara ini antara lain: Pembuatan gerabah sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Pemanfaatan sampah menjadi barang baru yang bernilai guna, sebagai bagian dari upaya menciptakan gaya hidup berkelanjutan.
Pembuatan poster yang mengangkat tema kebekerjaan, memberikan pemahaman tentang dunia kerja kepada para siswa.
Setiap siswa mempresentasikan proses pembuatan karya mereka, mulai dari konsep, bahan yang digunakan, hingga hasil akhirnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk asesmen dari proyek P5BK, di mana siswa dinilai berdasarkan pemahaman mereka terhadap tema yang diangkat serta kemampuan mereka dalam mengaplikasikan keterampilan praktis.
Tema yang dilaksanakan dalam P5BK ini meliputi: Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bangunlah Jiwa dan Raganya, dan Kebekerjaan. Siswa-siswi SMK Sabilurrasyad menunjukkan kemampuannya dalam mengolah ide kreatif menjadi karya nyata. Mereka membuat gerabah yang bertajuk “Ngugemi Warisan Budaya Lokal” dibuat dari tanah liat yang dibentuk menjadi beberapa benda seperti asbak dengan berbagai macam bentuk. Karya daur ulang sampah botol plastikjuga menyita perhatian karena mampu disulap menjadi hiasan yang indah serta ada pula yang dibuat menjadi vas bunga dan tempat pensil.
Gusti Aziz, salah satu peserta yang menampilkan karya gerabah, mengungkapkan rasa senangnya, “Saya sangat senang bisa ikut serta dalam acara ini. Membuat gerabah tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga mengajarkan saya tentang pentingnya menjaga lingkungan.” Tuturnya.
Bapak Nur Hadiyanto, S.Si., M.Pd. juga memberikan sambutan dan menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. “Acara Panen Karya P5BK ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMK Sabilurrasyad memiliki potensi yang sangat besar. Saya berharap mereka dapat terus berkarya dan membawa nama baik sekolah,” ungkapnya.
Melalui Panen Karya P5BK ini, diharapkan siswa tidak hanya sekadar memamerkan hasil karya, namun juga mengalami transformasi yang signifikan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengasah kreativitas, mengembangkan keterampilan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Lebih dari itu, P5BK telah berhasil menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang inovatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



